>Sanggar Rebung - Kegiatan <
Perjalanan
Penjajahan terbesar abad ini adalah penjajahan kesadaran ...

Perhentian
Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia
pekarangan
suara kami ...
langkah kami ...
kegiatan kami ...
tentang kami ...
kotak surat kami ...
Rumah Mungil Yang Sehat
Persahabatan


 

Permenungan
Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia
Artikel tentang Anak ...
Artikel tentang Pendidikan

 

 

Wednesday, November 10, 2004
Buka Puasa Bersama
Oleh: Mohammad Sobari

Pada hari sabtu kemarin tgl 30-11-2004, di Sanggar Rebung mengadakan buka puasa bersama dengan anak-anak Sanggar Rebung. Pada hari sabtu saya sedang bermain komputer lalu diajak oleh kak johan pergi ke warung untuk memebeli kulang-kaling dan pisang untuk memebuat kolak. Setelah saya dan kak johan memebeli kulang kaling dan pisang, Andrih, Narsih, Santi Ria sibuk memasak kolak untuk buka puasa bersama... Anak-anak sambil menunggu kolak matang dan magrib, anak-anak bermain secret code dan pile uf tower mereka bermain dengan gembira dan senang karena permainannya sangat seru dan menegangkan. Setelah kolak matang anank-anak berkumpul diruang depan untuk menunggu magrib. Sambil menunggu magrib anak-anak menonton tv yang judulnya hikmah., lalu saya dan kak johan per ke warung utuk membeli sirup. Setelah sirunya di beli kak budi membuat ice siru untuk buka puasa bersama. Setelah sirup selesai anak-anak mendengar suara azan magrib. Lalu anak-anak berkumpull di rung depan sanggar. Kak budi, kak mira, andrih, Narsi, dan Santi meyajikan kolak untuk anak-anak lalu anak memakan kolak dengan senang hati. Kalu perasaan senang dan hati gembira.


Pergi ke Planettarium
Bersama kak Johan
Oleh: Reza

Waktu hari minggu saya pergi ke Sanggar Rebung, setelah saya pulang dari Sanggar Rebung saya mendengar dari teman saya yaitu Iput, dia bilang kepada saya,
Reja elu kok engga ke Sanggar Rebung”. memangnya di Sanggar Rebung kenapa ,”Tanya Reja kepada Iput”.memangnya elu belum tau ja,di Sanggar Rebungkan di adakan lomba membuat prahu kreatif,”bilang Iput kepada Reja”. Oya, bahan untuk membuatnya dengan apa?”, ”Tanya Reja kepada Iput”. Iput bilang kepada Reja bahan untuk membuatnya menggunakan botol aqua, kayu, gabus, kain, karet, gunting, pisau. Cara untuk membuatnya gunting bagian tengah botol aqua berbentuk kotak lalu, potong bahan berbentuk segitiga, dan patahkan kayu menjadi empat potong yang berukuran sama panjang, potong gabus menjadi dua bebentuk persegi panjang, ikat dua gabus dan dua patahan kayu ke bagian botol dengan karet, ikat dua patahan kayu yang tersisa dan bahan yang berbentuk segitiga dengan karet sampai bebentuk layar, ikat layar dan bagian botol yang telah di ikat kayu dan gabus dengan karet.dan setelah selesai perahu yang telah jadi dicoba di kolam ikan dan ternyata perahunya bias mengambang dan jalan dengan menggunakan layar yang tertiup angin. Seteah dicoba di kolam ikan, perahu tersebut di berikan kepada kak Budi. Setelah hasil penilaian semalam ternyata anak yang ikut ke planetarium ada empat yaitu Darul, Maxnur, Reza, dan hasil dari pengocokan yang rajin Belajar di Sanggar Rebung adalah Dasrin.

Ke esokan harinya Reza bertanya kepada Maxnur siapa saja yang ikut ke planetarium dan kapan perginya,”tanya Reza ke pada Maxnur”.Maxnur menjawab, yang ikut ke planetarium yaitu Darul, Maxnur, Reza, dan Dasrin. Dan perginya minggu depan, “jawab maxnur ke pada Reza”. Dengan siapa perginya,”tanya Reza ke pada Maxnur”. Perginya dengan kak Johan,”jawab Maxnur ke pada Reza”. Setelah Reza bertanya ke pada Maxnur, lalu Reza bertanya ke pada kak Johan untuk lebih memperjelas apa betul yang ikut ke palanetarium adalah Darul, Maxnur, Reza, dan Dasrin, “tanya Reza ke pada kak johan “.

Lalu kak Johan menjawab, ya kamu memang ikut pergi ke planetarium dengan kak Johan. Dengan rasa penasaran Reza masih menanyakan pergi ke planetarium.




Berkebun
oleh: Dayun

Pada saat saya sedang bermain, kak Budi mengusulkan bahwa anak- anak akan diajak berkebun. Anak-anak yang ikut berkebun antara lain: Dasrin, Dani, Darul, Uki, Iput, Imam, Ujang, Obah, Ikin, Lukman, Mamet, Irsan, Reza, Udin,dan Suri. Lalu kak Budi mengumpulkan anak-anak di Sanggar Rebung untuk mengajak berkebun apakah mau atau tida.dan akhirnya anak-anak mau, lalu kak Budi mengajak anak-anak untuk menanam tomat. Cara-cara menanam tomat:sediakan gelas pelastik dan didalam gelas pelastik itu diberi tanah gudeg (bakaran daun bambu) lalu diberi biji setelah itu disemai. Dan ternyata pohon tomat itu lalu mati karena kekurangan sinar matahari.lalu saya dan teman- teman mencobalagi untuk menam pohon yang lain, pohon itu adalah pohon kacangpanjang. Cara-cara menanam kacangpanjang:menyediakan polibag lalu mengambil tanah gudep yang ada ditabunan dengan cara diayak lalu disiram dengan air am dan memasukan biji setelah itu disemai. Ketika saya dan teman-teman menanam kacang panjang dan kacang panjang itu mulai tumbuh, lalu saya dan-teman-teman termasuk kakBudi membicarakan lagi apakah berkelompok atau tidak,dan akhirnya berkelompok. Kelompok saya adalah:Dani,dan Ikin.dan saya disuruh beli bambu yangsudah dipotong, bambu itu untuk tempat melilitnya kacang panjang. lalu saya dan Dasrin membeli bambu yang sudah dipotong. Lalu bambu itu di pecah belah lagi dan bambu itu di ditunclepkan di sisi-sisi kacang panjang.setiap pagi dan sore saya dan kelompokUki, Irsan,danIkin menyiram pohonannya masing-masing.dan pas kacang panjang itu sudah mulai berbunga ada pohonan yang diserang hama pohon itu adalah kelompok Irsan, tetapi irsan tidak membuanginya dan hama itu mulai banyaksampai-sampai hama itu menyebar kepoho tomat yang lain. Dan saya lalu membuangi hama itu, pohonnya kak Budi tidak ada hamanya karena pohonanya kak Budi ada semut kerangrang,semut itu dari pohon mangga .dan pas panen ank-anak dikumpulkan di Sanggar Rebung untuk makan –makan. lalu kak budi memasak launya seperti: pecel, dan tempe.yang memasak lau itu:Reza, Darul,abah Ocep,kak Budi, Kak Mira, Nursiah dan Dasrin.lalu anak-anak memakannya dengan lahap.





Aku Kemping di Gunung Salak
Oleh: Maxnur

waktu aku pergi kemping di gunung salak
Saya tidur di sanggar rebung dengan teman- teman maxnur yang ikut kemping ke gunung salak maknur, imam, dan reza tidak bisa tidur pas sudah jam 12,00 malem kita di foto olah kaka budi tetapi maknur,imam dan reza belum juga tidur maknur akhir tidur juga dan reza sama imam belum tidur juga pas sudah jam 01,00 malem imam dan reza tidur juga pas sudah jam 04,00 subuh maknur bangun pertama kali maknur lihat kaka budi dan kaka mira lagi masak ikan teri kaka budi lagi manggang roti bakar dan mobil pun datang maknur di suruh sama kaka budi untuk bangunin teman-teman maknur dan semua teman- teman maknur bangun semua dan semua yang di ajak sama kaka budi di suruh mandi di rumah masing- masing yang rumahnya jahu mandinya di sanggar rebung maknur sama obah dan ikin mandi di rumahnya masing- masing dan semua teman- teman sudah siap dan semua barang- barang yang penting untuk di baya kemping gunung salak di taro ke mobil dan teman- teman di suruh sarapan roti bakar dan semua sudah sarapan mobil pun jalan ada ibunya mamet dan juga tetehnya mamet juga pas saya sampay di musium jologi jalanan macet dan mamet muntah komeng pun enek dan pas daerah pasar komeng muntah dan mobil pun mengisi bensin dan aba ocep ,suri, komeng, sopir, ikin, obah dan maknur buang air kecil dan semua masuk ke mobil dan mobil pun jalan lagi dan kita sudah sampai gang gunung salak jalanan acur mobil kena kebentur batu semua teman- teman melihat pertenakan sapi dan mobil pun tisak bisa jalan lagi karena muatan barangnya ke banyakan dan semua di suruh keluar semua berari pas jalanan rata ada anjing untung ada yang punya dan semua di suruh masukke mobil dan kita sudah sampay di suka menri mobil pun berheti AA budi,teteh mira, AA guncoro dan abaocep melihat pemandangan maknur melihat pemandangan ada moncet jawa dan barang- barang di kuarkan barang- barang di taro peneduhan dan semua teman- teman melihat bayak orang yang lagi kemping dan semua teman- teman turun kebayah untuk membikin tenda di bawah yang satu di bikinin oleh teteh, AA dan Abah yang satu lagi kita bikin sendiri pas udah bikin tenda kami di bagi dua kelompok yaitu kelompok dayun dan reza habis di bagi kelompok kami masak mie dan makanan kami di ambil oleh AA guncoro karena ada yang tidak bawa makanan kita di bagi sama oleh teteh ,AA dan Abah pas sudah di bagi rata kami di suruh main apapu dan kami bemain perang- perangan pake pohon pines dan AA, Teteh dan Abah di atas dan ada juga teman–teman yang lain pas sudah main perang-perangan kita kekali pas pengen pergi ke kali kita ketemu kupu-kupu berwana coklat yang sangat besar dan sepanjang jalan terdapat humus daun-daunan yang busuk sepanjang pohon pines di tepi jalan bertemu pohon besar kita menemui jurang kira-kira sedalam 30Meter banyak di tumbuhi pohon pines diantara pohon pines adajuga yang sudah diambil sadap getahnya lumut-lumut tumbuhan menutup pangkal pohon pines ada semacam anggrek hutan menempel di pohon pines bunganya diujung pohon ada seekor burung besar melayang di atas kita sampai di sungai ciapus ditambang ikanyang ada lele sapu-sapu pas itu suri sudah buka baju suri menangkap ikanlele dan sapu-sapu suri melihat ada tai di sungai suri pun naik dari sungai dan kita terus ke atas akhirnya ada juga tempat yang dalam juga dan kita berenang juga reza membikin saluran air dan kita pulang dari sungai kita makan- makan pake ikan teri bikinan kakabudi dan kakamira abis makan ikan terikita mencuci piringnya sendiri pas selesay cuci piring kita siap-siap untuk tidur pas itu ujan lagi gerimis pas sudah malam ujan turun deras tenda kita bocor dari bawah dan tenda dayun bocor dari atas dan tenda dayun mengusi ke tenda reza pada hal kita sudah buat rencana untuk lari ke warung tetapi dilarang sama kakakbudi


Mata Air di Ratu Jaya
Oleh: Dany

Hari itu hari Minggu cerah, sinar mata hari terang benderang condong di ufuk timur pagi itu pukul 06.30. kami anak-anak Sanggar Rebung kira-kira 15 orang beserta abah Ocep, kak Budi kak Tri dan kak Wowor kami bersama-sama menuju ke Ratu Jaya kira-kira satu km dari Sanggar Rebung desa itu terletak di sungai Ciliwung dgn menyebrangi jembatan kuning dalam perjalanan menuju tempat itu kami melewati rimbuan bambu. Pohon-pohon besar yang menutupi kawasan desa Kambangan rombongan dipecah menjadi dua grup saya sendiri bersama abah Ocep, Mohamad sobari,Reza ,Darul. Sepanjang jalan itu kami melewati tugu yang di tayangkan di gentayangan dan berbatasan desa Kebonduren dengan desa Kambangan pada saat itu jalan yang saya lewati jalan becek kita berjalan selama 30 menitsampai jembatan yang melintang diatas kali Ciliwung.
Jembatan itu dinamai dgn nama jembatan kuning. jembatan ini dibuat dari besi dan kawat baja serta papan untuk alas jembatan itulah yang menjadi urat nadi kegiatan masyarakat sehari-hari karena jembatan ini masyarakat dapat melalui Citayam setelah melewati jembatan kita memasuki desa Ratu Jaya di desa inilah tedapat beberapa mata air yg secara turun menurun dipergunakan oleh penduduk desa itu untuk menunjang kehidup mereka seperti memesak menyuci.
Mata air itu debitnya cukup besar. Sayangnya penduduk yang memanfaatkannya kurang melihara kebersihannya. banyak plastik-plastik bekas sabun dibuang sembarangan. demikian kami sampai ditempat itu, kami membersihkan sampah sampah itu. Kami masukan kedalam kantong plastik. Kami dengan riang dan gembira membersihkan sebagian tubuh kami dengan mata air itu.


Menemani Anak Belajar


Saturday, July 17, 2004
Boleh Kami Bergabung?
 
Blog sebuah fenomena yang luar biasa. Ketika Blog berkembang sebagai sebuah komunitas, semakin banyak hal bermanfaat yang lahir darinya. Kami menyadari hal tersebut, hingga tanpa tedeng aling-aling kami ingin memanfaatkan sarana blog sebagai alat kampanye mengenai advokasi dan pendampingan anak.
 
Namun, ide pembuatan blog ini ternyata melahirkan ide lain, yaitu sebagai sarana bagi anak menuangkan pikiran, perasaan, kreativitas, atau uneg-uneg sekalipun.
 
Lembar blog ini akan kami isi dengan berbagai aktivitas yang terekam dan termaknai selama kami berjalan bersama menuju ke titik yang sama. Postingan akan berupa berita seputar kegiatan sanggar, event-event besar hingga tulisan-tulisan hasil pemaknaan anak sendiri.
 
Semoga, nantinya kami tidak mengalami kesulitan mengakses internet, membayar pulsa telepon Sanggar, atau biaya blogging di Warnet, sehingga masih bisa terus mengisi lembar blog ini. :)